Minggu, 12 Februari 2017

RAGAM BIMBINGAN DAN LAYANAN DALAM BIMBINGAN KONSELING

0
Bimbinagan Konseling
Model layanan bimbingan dan konseling yang dikemukakan oleh Shertzer dan Stone dalam Fundamentals of Guidance (1981) :
  1. Frank Parson; yang mendirikan Vocational Bureau di kota Boston (1908) dan menerbitkan buku yang berjudul Choosing a Vocation (1909), menciptakan istilah Vocattional Guidance, ragam bimbingan (jabatan atau kerier). Menurut pandangan Parson, baik individu maupun masyarakat akan mendapat keuntungan kalau terdapat kecocokan antara ciri-ciri kepribadian seseorang dan tuntutan-tuntutan dibidang pekerjaan yang dipegang oleh orang itu. Tiga faktor utama yang dianggap sangat menetukan dalam memilih suatu bidang pekerjaan, yaitu analisis terhadap diri sendiri (kemampuan, bakat dan minat serta temperamen), analisis terhadap bidang pekerjaan (kesempatan, tuntunan dan prospek masa depan), serta perbandingan antara hasil kedua analisis tadi untuk menemukan kecocokan antara data tentang diri sendiri dan data tentang bidang-bidang pekerjaan.
  2. Donald G. Paterson, yang menerbitkan karangan The Genesis of Modern Gaduance (1938) dan Edmond G. Williams yang menerbitkan buku yang berjudul How to Counsel Students (1939)  dan Counseling Adolescents (1950). Mengembangkan metode klinis (clinical method), metode ini menekankan menggunakan teknik-teknik untuk mengenal konseli lebih baik dan menentukan problem-problem yang dihadapi konseli, misalnya dengan menggunakan tes-tes psikologis dan studi diagnostic. Berarti, model ini menekankan kepada bimbingan individual.
  3. Kenneth B. Hoyt yang menerbitkan karangan dengan judul Guidance a Constellation of Services (1962), mendefenisikan model bimbingan yang mencakup sejumlah kegiatan bimbingan (Constellation) dalam rangka melayani kebutuhan siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dalam pola dasar ini ditekankan bahwa semua tenaga kependidikan disekolah seharusnya berpartisipasi dalam pelaksanaan program bimbingan bukan hanya tenaga bimbingan atau konselor sekolah saja. Pelayanan dianggap hanya akan berhasil kalau tujuan pelayanan bimbingan terintegrasi pada tujuan-tujuan institusional, kurikuler dan instruksional.
  4. Julius Menacker, yang menerbitkan karangan To Ward a Theory of Activist Guidance (1976) mengembangkan model bimbingan yang mengusahakan penanggulangan gejala-gejala pemberontakan yang tampak dari tingkah laku pada siswa di sekolah-sekolah yang dalam daerah minus di kota besar. Daerah minus berarti daerah dimana kemiskinan, kejahatan, pelanggaran hukum, kenakalan remaja dan penggunaan obat bius merajalela. Model ini menekankan usaha mengadakan perubahan dalam lingkungan hidup yang menghambat perkembangan yang optimal bagi siswa.

W.S. Winkel mengemukakan ragam bimbingan sebagai berikut :

1. Bidang Bimbingan Pribadi
    Dalam bidang bimbingan pribadi, pelayanan bimbingan dah konseling membantu siswa menemukan dan memahami serta mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, aktif dan kreatif, serta sehat jasmani dan rohani.
Bidang bimbingan ini meliputi pokok-pokok materi berikut :
         Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
         Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif, baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun perannya di masa depan.
         Pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif
         Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri dan usaha-usaha penanggulangannya
         Pengembangan kemampuan mengambil keputusan sederhana dan mengarahkan diri
         Perencanaan serta penyelenggaraan hidup sehat.

2. Bidang Bimbingan Sosial
     Dalam bidang bimbingan sosial pelayan bimbingan dan konseling membantu siswa dalam proses sosialisasi untuk mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial yang dilandasi budi pekerti luhur dan rasa tanggung jawab.
Bidang bimbingan ini memuat pokok-pokok materi berikut :
         Pengembangan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif
         Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat dengan menjunjung tinggi tata karma, sopan santun serta nilai-nilai agama, adaptasi peraturan dan kebiasaan yang berlaku.
         Pengembangan hubungan yang dinamis dan harmonis serta produktif dengan teman sebaya.
         Pengenalan dan pemahaman peraturan dan tuntutan sekolah, rumah dan lingkungan, serta kesadaran untuk melaksanakannya.

3. Bidang Bimbingan Belajar
    Dalam bidang bimbingan belajar, pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan, serta menyiapkannya untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang Iebih tinggi.
Bidang bimbingan ini memuat pokok-pokok materi berikut :
         Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi dari berbagi sumber belajar, bersikap terhadap guru dan nara sumber Iainnya, mengikuti pelajaran sehari-hari, mengajarkan tugas,  mengembangkan keterampilan belajar, menjalani program penilaian.
         Pengembangan disiplin belajar dan berlatih, baik secara mandiri maupun kelompok.
  
         Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran
         Orientasi belajar di sekolah

4. Bidang Bimbingan Karier
    Dalam bidang bimbingan karier, pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa mengenali dan mulai mengarahkan diri untuk masa depan karier.
    Bidang bimbingan karier ini memuat pokok-pokok materi berikut:
         Pengenalan awal terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
         Pengenalan, orientasi dan informasi karier pada umumnya secara sederhana
         Pengenalan dan pemahaman diri secara awal berkenaan dengan kecenderungan karier yang hendak dikembangkan
         Orientasi dan informasi sederhana terhadap pendidikan yang Iebih tinggi, khususnya dalam kaitannya dengan karier yang hendak dikembangkan.


Jenis - Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling
a.       Layanan Orientasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memahami Iingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasuki peserta didik, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungannya yang baru itu.
b.      Layanan Informasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) menerima dan memahami berbagai informasi (seperti informasi pendidikan dan informasi jabatan) yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik (klien).
c.        Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya penempatan/penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra-kurikuler) sesuai dengan potensi, bakat dan minat, serta kondisi pribadinya.
d.       Layanan Pembelajaran, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya.
  1. Layanan Konseling Perorangan, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi yang dideritannya.

  1. Layanan Bimbingan Kelompok, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu (terutama dari Guru Pembimbing) dan/atau membahas secara bersama-sama pokok bahasan (topik) tertentu yang berguna untuk menunjang pemahaman dan kehidupannya sehari-hari dan/ atau untuk perkembangan dirinya baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, dan untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan/atau tindakan tertentu.
  2.  Layanan Konseling Kelompok, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok; masalah yang yang dibahas itu adalah masalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok.
  3. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
  4. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan mereka.
Author Image

About Nurwanda
Soratemplates is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design

Tidak ada komentar:

Posting Komentar