Konsep Multiple Intelligences ditarik dalam ranah pendidikan. Paradigma pendidikan mengalami banyak koreksi. Hampir mayoritas pendidikan di sekolah cenderung kurang menghargai seluruh potensi para peserta didik. Konsep Multiple Intelligences yang menitikberatkan pada ranah keunikan selalu menemukan kelebihan peserta didik. Pembelajaran di sekolah hanya melihat dari kecerdasan intelektualnya. Kecerdasan tersebut, dikenal dengan kecerdasan rasional dengan melakukan tes IQ. Kecerdasan intelektual cenderung menggunakan kemampuan logis matematis dan linguistik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kecerdasan logis matematis dan kecerdasan linguistik antara siswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis masalah yang dikaji yaitu komparatif terhadap kecerdasan logis matematis dan kecerdasan linguistik antara siswa laki-laki dengan perempuan.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa uji hipotesis dengan α = 0,05 diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 1,447 dan nilai ttabel dengan taraf signifikan 5% sebesar 2,024. Hal ini menunjukkan bahwa t-hitung < ttabel maka berdasarkan kriteria uji-t dua sampel H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan kecerdasan logis matematis siswa laki-laki dengan perempuan. Dan untuk kecerdasan linguistiknya diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 0,826 dan nilai ttabel dengan taraf signifikan 5% sebesar 2,024 hal ini menunjukkan bahwa t-hitung < ttabel. Jadi, tidak ada perbedaan yang signifikan kecerdasan linguistik antara siswa laki-laki dengan perempuan.
Kata Kunci. kecerdasan logis matematis dan kecerdasan linguistik
1. Pendahuluan
Kecerdasan yang dimiliki peserta didik merupakan salah satu anugrah besar dari Allah SWT yang menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan kecerdasannya, manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berpikir dan belajar secara terus menerus.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, orang tidak hanya berbicara tentang kecerdasan umum, kecerdasan intelektual (IQ) saja, melainkan juga kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Setiap kecerdasan ini mempunyai wilayahnya sendiri-sendiri diotak. Gardner (2013) menyatakan bahwa otak manusia setidaknya menyimpan sembilan jenis kecerdasan yang disepakati, sedangkan selebihnya masih misteri, yaitu terdiri dari kecerdasan linguistik, kecerdasan logis matematis, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetis, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis, kecerdasan eksistensialis. Dari sembilan kecerdasan tersebut Gardner menyebutnya sebagai kecerdsan majemuk (Multiple Intelligences).
Pengertian dari sembilan kecerdasan di atas menurut Iskandar (2012:54-56) adalah sebagai berikut: kecerdasan linguistik memuat kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa dan kata-kata, baik secara tertulis maupun lisan dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya. Kecerdasan logis matematis memuat kemampuan seseorang dalam berpikir secara induktif dan deduktif, kemampuan berfikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisa pola angka-angka serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir. Kecerdasan spasial memuat kemampuan seseorang untuk memahami secara lebih mendalam hubungan antara objek dan ruang. Kecerdasan kinestetik memuat kemampuan seseorang untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah. Kecerdasan musik memuat kemampuan seseorang untuk peka terhadap suara-suara non verbal yang berada disekelilingnya. Kecerdasan interpersonal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Kecerdasan intrapersonal merupakan kemampuan seseorang